Saham-saham Asia beragam pada hari Kamis setelah Ketua The Fed, Jerome Powell, menekankan bahwa pemangkasan suku bunga pada bulan Desember belum pasti. Indeks acuan di kawasan ini hampir tidak berubah, sementara indeks berjangka saham AS berfluktuasi antara naik dan turun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun berada di kisaran 4,07%, menambah tekanan pada aset-aset berisiko. Emas sempat menguat setelah empat hari melemah.
Di sisi emiten, hasil pendapatan perusahaan-perusahaan raksasa teknologi beragam: Meta turun 7,7% dalam perdagangan setelah jam kerja, Alphabet melonjak 6%, dan Microsoft melemah. Di Asia, Samsung Electronics menguat setelah labanya melampaui estimasi. Saham-saham Korea Selatan juga menguat, dibantu oleh kesepakatan perdagangan terbaru dengan AS.
Setelah The Fed memangkas suku bunga untuk kedua kalinya berturut-turut dan mengonfirmasi penghentian kontraksi neraca pada 1 Desember, para pelaku pasar kini mengurangi ekspektasi pelonggaran lebih lanjut. Fokus selanjutnya beralih ke Bank of Japan dan Bank Sentral Eropa, yang akan memberikan sinyal arah kebijakan mereka hari ini. BOJ secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di 0,5%, tetapi nada yang lebih hawkish dapat meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
Di sisi geopolitik, pasar menantikan pertemuan Trump-Xi di Korea Selatan untuk kemungkinan detente perdagangan yang dapat melonggarkan beberapa tarif dan pembatasan ekspor. Setiap tanda kemajuan di bidang perdagangan, dikombinasikan dengan arah kebijakan bank sentral, akan menjadi penentu utama arah saham Asia di masa mendatang.
Sumber: Newsmaker.id
