Saham AS Turun Pasca Penjualan Ritel yang Lebih Kuat dari Perkiraan

Indeks saham acuan AS melemah sementara imbal hasil (yield) obligasi pemerintah naik seiring kenaikan dua kali lipat pertumbuhan penjualan ritel pada bulan Desember yang melampaui ekspektasi pasar, sehingga mengurangi kemungkinan perubahan kebijakan agresif dari Federal Reserve pada kuartal pertama.

Saham Dow Jones Industrial Average turun kurang dari 0,1% menjadi 37.350,1, dengan S&P 500 turun 0,5% menjadi 4.741,2 dan Nasdaq Composite turun 0,8% menjadi 14.813,4. Semua sektor kecuali dua sektor, yaitu sektor konsumen dan layanan kesehatan, berada dalam zona merah dalam satu hari. Sektor real estat, kebijakan konsumen, dan layanan komunikasi termasuk di antara sektor-sektor yang mengalami penurunan paling tajam.

Dalam berita ekonomi, penjualan ritel AS naik 0,6% pada bulan Desember, dibandingkan kenaikan 0,4% yang diperkirakan dalam survei yang dihimpun oleh Bloomberg, menyusul kenaikan 0,3% pada bulan sebelumnya.

Menurut alat Fedwatch CME Group, kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh The Fed pada bulan Maret merosot menjadi 56% pada Rabu sore dari 63% pada hari lalu dan 77% pada penutupan hari Jumat. Kemungkinan penurunan lebih lanjut dengan besaran yang sama pada bulan Mei dan Juni kini telah turun di bawah 50%. Tarif yang lebih tinggi cenderung merugikan penilaian sektor-sektor dengan pertumbuhan tinggi seperti layanan komunikasi, kebijakan konsumen, dan teknologi.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10-tahun melonjak 3,2 basis poin menjadi 4,1% intraday, dan suku bunga dua tahun melonjak 13,5 basis poin menjadi 4,36%.

Dalam berita perusahaan, Walt Disney turun 2,4% dalam satu hari, termasuk salah satu saham dengan kinerja terburuk di Dow, setelah perusahaan tersebut mengatakan dewan direksinya menolak nominasi dari aktivis pemegang saham Trian Fund Management dan Blackwells Group dan mendukung 12 calon direktur.

Sumber : kp-press.com