Emas stabil pada hari Selasa (2/7) karena para pedagang menantikan data ekonomi AS mendatang yang dapat membantu memperjelas kapan Federal Reserve akan beralih ke pelonggaran moneter.
Harga emas batangan secara umum datar setelah mengalami kenaikan kecil pada hari sebelumnya. Ketua The Fed, Jerome Powell, akan menyampaikan pidatonya pada hari Selasa dan data ekonomi AS, termasuk pesanan pabrik dan nonfarm payrolls, akan dirilis akhir pekan ini.
Masukan-masukan tersebut akan membantu membangun gambaran yang lebih jelas tentang negara dengan perekonomian terbesar di dunia ini dan penentuan waktu penurunan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan oleh bank sentral AS. Suku bunga yang lebih rendah umumnya mendukung emas batangan yang tidak berbunga.
Emas mengawali kuartal baru ini dengan diperdagangkan dalam rentang yang sempit setelah naik selama tiga kuartal sebelumnya, yang merupakan kenaikan terkuat sejak tahun 2020. Seiring dengan ekspektasi pelonggaran suku bunga oleh The Fed, logam mulia juga didukung oleh pembelian dan permintaan oleh bank sentral di tengah ketegangan geopolitik.
“Kami memperkirakan permintaan investasi emas akan meningkat untuk menyerap hampir seluruh pasokan tambang selama 12-18 bulan ke depan, mendukung perkiraan dasar kami untuk harga $2.700-3.000/oz emas pada tahun 2025,” analis di Citigroup Inc. mengatakan dalam sebuah laporan tertanggal 1 Juli.
Harga emas di pasar spot stabil di $2,328.90 per ounce pada pukul 9:44 pagi waktu London. Indeks Bloomberg Dollar Spot menguat, sementara imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun sedikit berubah. Platinum dan perak turun, sedangkan paladium stabil.
Sumber : kp-press.com
