Saham-saham di Asia mengikuti kenaikan indeks acuan AS menjelang serangkaian data china, setelah laporan ekonomi AS yang kuat menghidupkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve akan mampu melakukan soft landing.
Ekuitas di Australia mengalami reli terbesar dalam dua pekan sementara saham Jepang dan Korea juga naik. Kontrak berjangka di Hong Kong menguat dan kontrak untuk saham AS naik menyusul kenaikan kemarin pada S&P 500 dan Nasdaq 100 karena penjualan ritel dan harga produsen mengalahkan perkiraan. Sementara dolar stabil sementara euro tetap pada level terendah dalam lima bulan setelah Bank Sentral Eropa (ECB) kemungkinan menaikkan suku bunga untuk terakhir kalinya dan menurunkan perkiraan pertumbuhan pada hari Kamis.
Investor kini mengalihkan perhatiannya pada data ekonomi China setelah bank sentral negara tersebut memangkas jumlah uang tunai yang harus disimpan oleh pemberi pinjaman sebagai cadangan untuk kedua kalinya tahun ini. Bank Rakyat China (PBOC) juga mungkin akan kembali membuat pasar lengah pada hari Jumat dengan penurunan suku bunga MLF sebesar 10 basis poin, yang merupakan pertama kalinya bank tersebut memangkas suku bunga secara berturut-turut, menurut Bloomberg Economics.
Saham
Indeks berjangka S&P 500 naik 0,1% pada pukul 09:38 waktu Tokyo. Kemarin S&P naik 0,8%.
Indeks berjangka Nasdaq 100 naik 0,1%. Nasdaq 100 naik 0,8%.
Indeks Topix Jepang naik 1%.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,6%.
Indeks berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,4%.
