Saham-saham Asia melemah pada hari Senin (25/9) setelah bank sentral pada pekan lalu memperkuat pesan bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk lebih lama, sementara investor bersiap untuk data inflasi dari AS dan Eropa.
Pasar juga akan mencari petunjuk lebih lanjut mengenai apakah perekonomian China mendapatkan kembali daya tariknya.
Yen mempertahankan pelemahan di posisi terendah dalam lebih dari sembilan bulan di 148,38 per dolar, setelah Bank of Japan tidak melakukan perubahan terhadap kebijakan moneternya yang dovish. Imbal hasil obligasi Jepang tenor sepuluh tahun menetap pada level tertinggi dalam satu dekade di 0,745%.
Indeks MSCI yang terdiri dari saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang tergelincir 0,1% pada hari Senin, setelah turun 2,3% pada minggu sebelumnya ke posisi terendah baru dalam sepuluh bulan. Lonjakan saham China pada hari Jumat membantu indeks memangkas kerugian sebelumnya.
Indeks Nikkei Jepang naik 0,2%. Baik kontrak berjangka S&P 500 maupun kontrak berjangka Nasdaq naik 0,1%.
Saham China melonjak 1,8% pada hari Jumat di tengah harapan peningkatan pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia. Ujian terbesar dalam minggu ini adalah angka laba industri pada hari Rabu, serta PMI manufaktur dan jasa pada hari Sabtu.
