Saham-saham AS sebagian besar ditutup lebih tinggi pada awal bulan Oktober seiring berlanjutnya aksi jual tajam pada surat utang pemerintah AS yang memiliki jangka waktu lebih lama.
Dow Jones Industrial Average turun sekitar 74 poin, atau 0,2%, berakhir di dekat 33,433, menurut data awal FactSet. Indeks S&P 500 berakhir datar di 4.288, sedangkan Indeks Nasdaq Composite naik 0,7%. Lonjakan biaya pinjaman jangka panjang tetap menjadi fokus utama pada kuartal terakhir tahun 2023, dengan kekhawatiran bahwa hal tersebut dapat menggagalkan perekonomian AS dan memicu lebih banyak gagal bayar (default) perusahaan.
Imbal hasil Treasury 10-tahun yang menjadi acuan melonjak lebih tinggi menjadi sekitar 4,682% pada hari Senin. Bukti penurunan utang dapat ditemukan pada Obligasi Treasury 20+Tahun iShares yang mencatatkan penutupan terendah sejak Agustus 2007 dan pada iShares Core U.S. Aggregate Bond yang berakhir pada level terendah sejak Oktober 2008, menurut Dow Jones Market Data. Namun, investor yang membeli surat berharga pemerintah AS sebagian besar terisolasi dari volatilitas baru-baru ini, dengan imbal hasil yang stabil di kisaran 5,5%, menurut data TradeWeb.
