Pasar Asia Sebagian Besar Turun Saat Investor Mengkaji Data Perdagangan dan Aktivitas Pabrik dari Jepang

Pasar Asia-Pasifik sebagian besar melemah karena investor memantau data ekonomi dari Jepang serta data aktivitas pabrik dari Australia.

Ekspor Jepang pada bulan Desember mengalahkan ekspektasi, dengan neraca perdagangannya mengalami surplus sebesar $62,1 miliar dibandingkan dengan defisit $122,1 miliar yang diperkirakan berdasarkan jajak pendapat para ekonom Reuters. Data tersebut muncul sehari setelah Bank Sentral Jepang mempertahankan kebijakan moneternya tidak berubah.

Australia juga mengawasi survei PMI awal dari Juno Bank, yang menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur di bulan Januari setelah kontraksi selama 11 bulan berturut-turut. Aktivitas bisnis di negara ini juga mengalami kontraksi yang lebih kecil pada bulan Januari dibandingkan bulan Desember.

Di Australia, S&P/ASX 200 naik tipis setelah pengumuman tersebut, memperpanjang kenaikan beruntun tiga hari.

Nikkei 225 Jepang turun 0,26%, melanjutkan penurunannya dari hari Selasa, sedangkan Topix mengalami penurunan lebih kecil yaitu 0,15%.

Kospi Korea Selatan turun 0,43%, dengan saham kelas berat Samsung Electronics dan SK Hynix mencatat kerugian terbesar di antara 10 saham teratas pada indeks acuan. Kosdaq yang berkapitalisasi kecil juga turun 1,35%.

Sumber : kp-press.com