Harga emas naik tipis pada hari Senin (24/6) karena penurunan imbal hasil Treasury AS, sementara investor menunggu pembacaan inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini yang dapat mempengaruhi lintasan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi $2,330.56 per ons pada pukul 08.34 GMT, setelah turun 1% pada hari Jumat karena penguatan dolar. Sementara emas berjangka AS naik 0,5% menjadi $2,343.30.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun turun tipis, membuat emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) lebih menarik bagi investor.
Pedagang saat ini memperkirakan kemungkinan 66% penurunan suku bunga Fed pada bulan September, menurut CME FedWatch Tool.
Suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang untuk memegang emas batangan.
Data pada hari Jumat menunjukkan bahwa aktivitas bisnis AS merangkak naik ke level tertinggi dalam 26 bulan pada bulan Juni namun tekanan harga mereda secara signifikan.
Di bidang geopolitik, delapan warga Palestina tewas pada hari Minggu dalam serangan udara Israel terhadap sebuah perguruan tinggi pelatihan di dekat Kota Gaza yang digunakan untuk mendistribusikan bantuan.
Di antara logam mulia lainnya, perak spot naik 0,5% menjadi $29,68 per ounce dan platinum naik 0,6% menjadi $998,35.
Sementara paladium naik 4,6% menjadi $992,53. Pada sesi sebelumnya, harga mencapai level tertinggi dalam satu bulan dan sempat menembus di atas level kunci $1.000 per troy ons dalam perdagangan yang bergejolak karena beberapa investor menutup posisi short mereka dan pasar sedang mendekati kekurangan pasokan fisik.
Sumber : kp-press.com
