Dolar mendapaat dukungan oleh kenaikan imbal hasil (yield) AS dan pemicunya adalah mata uang dengan imbal hasil rendah pada hari Selasa (2/7) seperti yuan Tiongkok dan yen Jepang, yang berada pada level terendah sejak 1986.
Imbal hasil Treasury 10-tahun yang dijadikan acuan naik hampir 14 basis poin menjadi 4,479% semalam, dengan para analis mengaitkan langkah tersebut dengan ekspektasi Donald Trump memenangkan kursi kepresidenan AS dan menaikkan tarif serta pinjaman pemerintah.
Ketika dolar menguat, euro kembali mengalami reli kecil karena putaran pertama pemilu Perancis berjalan sesuai dengan hasil jajak pendapat. Mata uang tunggal terakhir dibeli $1,0735.
Yen merosot menjadi 161,72 per dolar pada hari Senin, yang merupakan nilai terlemah dalam hampir 38 tahun, melanjutkan penurunan yang terutama didorong oleh kesenjangan besar dalam suku bunga antara AS dan Jepang.
Yen diperdagangkan pada 161,55 per dolar di Asia pada hari Selasa (2/7) dan tenggelam karena penurunan yen yang khawatir bahwa pasangan dolar/yen berisiko intervensi oleh otoritas Jepang.
Terhadap euro, yen menyentuh titik terendah sepanjang masa di 173,67 pada hari Senin dan mendekati level tersebut pada hari Selasa.
Dolar Australia berada dalam kisarannya baru-baru ini di $0,6650 dengan para pedagang berfokus pada berita acara bank sentral untuk mengukur seberapa serius para pembuat kebijakan mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Sumber : kp-press.com
